Unbreakable (Part 6)

Screenshot_2015-03-26-06-03-21-1

Unbreakable

 

Author: @bugsy_hrh79 https://twitter.com/bugsy_hrh79

Genre: Romance, Marriage Life

Rating: PG-17

Cast:

Tiffany Hwang – Choi Siwon

Lee Donghae

Park Leeteuk

Choi Sooyoung

Kim Taeyeon

Jessica Jung

Choi Sulli

Byun Baekhyun

Disclaimer : Names, characters, places, events and incidents either are the product of the author’s imagination. Keep RCL readers ^^

Poster BY: HRA@POSTERCHANNEL

Part 6

~Sifany~

 

If I had just one more day
I would tell you how much that I’ve missed you since you’ve been away…

 

***

Author POV

“untuk apa dia menghubungi-mu malam begini Tiffany?”tanya Siwon lagi.

“di-“

Tanpa sempat Tiffany menjawab, suara tegas Siwon memotongnya “aku tidak suka kau berhubungan dengannya!”

***

Sesaat Tiffany terdiam mencerna kalimat yang baru saja dilontarkan Siwon untuknya. Dia tersenyum miris lalu menegakkan kepalanya menatap tajam suaminya itu. Tujuan awalnya yang ingin berbicara baik-baik dengan Siwon seakan lenyap sudah karena pria ini mulai membuka pertengkaran mereka.

“Ada apa denganmu oppa?” raut wajahnya yang semula terlihat biasa saja kini berubah sinis melenyapkan kelembutan yang biasanya dia tunjukkan.

“Aku tidak suka jika kau berhubungan dengannya Tiff!”kata Siwon lagi penuh penekanan. Entah, mungkin karena rasa cumburu yang membabi-buta membuat Siwon berkata seperti itu. Hei, apa salahnya Tiffany berhubungan dengan sahabat yang sudah lama ia kenal. Bahkan yang sudah dia kenal jauh sebelum ia mengenal Siwon.

“Jangan berlebihan oppa! Memangnya apa yang salah dengan Donghae oppa?”balas Tiffany dengan lantangnya. Ya, kini Tiffany memang berubah menjadi wanita yang keras. Tidak ada lagi rasa takut yang dia tunjukkan seperti dulu saat bertengkar dengan Siwon. Meskipun sebenarnya tidak ada yang bisa menebak apa saja yang ia simpan didalam hatinya selama ini.

Siwon berusaha mengontrol emosinya melihat Tiffany yang kini balik menentangnya. Sabar. Dia sadar jika dialah yang salah disini, untuk alasan cemburu itu tidaklah cukup bagi Siwon melarang Tiffany berhubungan dengan Donghae bukan?. Apalagi Tiffany kini sedang mengandung buah hati mereka. Siwonlah yang harus jaga sikap disini.

Siwon mengusap wajahnya dengan kedua tangannya lalu mendekati Tiffany yang masih setia duduk dipinggir tempat tidurnya. Tiffany hanya diam menunggu apa yang selanjutnya akan dilakukan suaminya itu.

“Tiffany. Okee, maafkan aku. Aku tau ini berlebihan, tapi mulai sekarang aku tidak ingin melihatmu bersama teman lamamu itu.”kata Siwon menatap lekat Tiffany yang kini harus menengadahkan kepalanya menatap Siwon yang menjulang tinggi didekatnya dengan penuh penekanan.

Tiffany menggeleng-gelengkan kepalanya tidak setuju dengan Siwon “B-but why? What’s wrong with him?”

“aku tidak suka caranya menatapmu Tiffany Choi!”

“tidak oppa! Apa ada alasan lain  yang lebih masuk akal agar aku bisa memutuskan hubunganku dengannya? Hei. Dia sahabatku, sama seperti Leeteuk oppa!”

Tiffany!!”bentak Siwon “bisakah kau mengerti ke-“

“Cukup oppa!!! Kau membuatku muak sekarang!!”teriak Tiffany lalu pergi keluar dari kamarnya setelah mengambil kunci mobil yang terletak diatas meja riasnya.

Siwon yang melihat Tiffany seperti itu langsung mengejar istrinya itu. Tidak mungkin dia membiarkan istrinya yang sedang hamil besar mengendarai mobil sendiri dimalam hari.

Tiffany! Berhenti disitu! Tiff!” dengan kuat dia meraih lengan kanan wanita itu sampai tubuhnya kembali berhadapan dengannya.

“Lepaskan!! Aku tidak ingin bertengkar didepan adik dan putrimu oppa!!”teriak Tiffany lagi. Entah Sooyoung dan Sulli bisa mendengar suaranya apa tidak. Yang pasti didalam hatinya dia berdoa agar kedua orang itu sedang tidur dan tidak sedang menyaksikan apa yang sedang terjadi saat ini.

“aku tidak mengajakmu bertengakar Tiff!! Aku hanya melarangmu  berhubungan lagi dengan te-“

tch! Sadarlah Choi Siwon!! Jangan khawatir dengan siapa aku berteman ataupun dengan siapa aku bersahabat! Kau harus tau, kalau aku tidak akan pernah berselingkuh sepertimu!!”

Entah setan apa yang sedang ada dalam tubuh wanita cantik itu saat ini. Dia terengah sambil menatap kedua mata Siwon, tiba-tiba saja dia merasa tubuhnya lemas untuk berdiri. Yang pasti dia sadar betul apa saja yang baru dia katakan dengan mulutnya itu hingga membuat mata Siwon merah berair menatapnya marah. Sekejap Tiffany langsung menyesali perkataannya, bisa-bisanya dia mengeluarkan kalimat sekasar itu untuk suaminya. Namun disisi lain dia merasa yang dirugikan dan dituduh disini. Bukankah maksud Siwon melarangnya berhubungan dengan Donghae karna takut dia akan menjalin hubungan spesial dengan sahabatnya itu?. Tiffany paham betul dengan itu.

“Tutup mulutmu Tiffany Hwang!”kata Siwon dengan volume yang sangat pelan namun penuh dengan penekanan.

Siwon langsung saja menarik lengan Tiffany agar wanita itu kembali kedalam kamar. Tiffany yang tidak tau lagi harus berbuat apa hanya mengikuti. Raut wajahnya masih sama, kosong tanpa ekspresi namun ada air mata yang kin mengalir keluar dari mata indahnya itu. Siwon tidak menyadarinya karena dia sibuk menarik tubuh Tiffany menuju kamar mereka. Sesampainya dikamar dia langsung mengunci pintu kamar itu lalu membawa kuncinya bersamanya yang langsung ke kamar mandi tanpa memperdulikan Tiffany yang masih saja diam dalam tangisannya.

***

 

Siwon berdiri mematung menatap pantulan wajahnya di kaca berukuran besar itu. Hatinya masih terasa sakit dengan kalimat pedas istrinya yang baru saja ia dengarkan. Dari tadi dia berusaha untuk tenang, tidak mungkin dia melawan istrinya itu karna seharusnya wanita yang sedang hamil membutuhkan perhatian bukanlah tekanan.

Siwon hanya bisa mengalah karena seharunya dialah yang mengerti keadaan istrinya. Tapi salahkah dia yang hanya ingin melindungi keutuhan rumah tangganya. Ya, dia tau Tiffany akan setia dengannya. Namun dia ragu dengan Donghae, dari tatapan laki-laki itu kepada istrinya saja sangat jelas bahwa Donghae menginginkan Tiffany. Setidaknya itu yang bisa Siwon simpulkan, apalagi melihat Tiffany yang begitu dekat dengannya.

Siwon membasahi wajahnya lagi lalu mengeringkannya cepat, lalu keluar dari kamar mandi. Dia langsung mencari keberadaan istrinya yang sangat dicintainya itu lalu mendapatinya tidur terlelap diatas tempat tidurnya. Siwon mendekatinya lalu menatap wajah cantik Tiffany. Siwon membuatnya menangis lagi, tentu saja sangat jelas. Matanya sembab, tak lupa rambut-rambut halusnya juga basah menempel di wajah istrinya.

Siwon lalu membelai lembut wajah Tiffany lalu mengecup dahinya. “Maafkan aku baby..”

Tiffany yang sesungguhnya hanya memejamkan matanya karena lelah hanya bisa menumpahkan air matanya lagi saat Siwon ikut membaringkan tubuhnya disampingnya sambil memeluk erat tubuhnya dari belakang.

***

Siwon POV

Aku terjaga memikirkan banyak hal. Tentu saja kalimat Tiffany tadi masih saja melukai hatiku tapi itu bukanlah masalah bagiku. Aku tau Tiffany tertekan karenaku. Aku hanya berpikir bahwa seharusnya aku berbicara dengan Donghae langsung. Jadi sebaiknya aku bertemu dengannya nanti.

Aku mengeratkan pelukanku untuk Tiffany, namun suhu tubuhnya yang tidak normal membuatku duduk lalu menatapnya khawatir. Ya Tuhan, ada apa dengan istriku? Keringat dengan jelas membasahi sekujur tubuhnya, terutama bagian wajahnya. Kutempelkan telapak tanganku didahinya merasakan suhu tubuhnya. Damn! Suhunya sangat tinggi.

Tiff.. baby…”kupanggil nama nya bermaksud membangunkannya, lalu menepuk-nepuk pipinya pelan.

“bangun baby….”bisikku saat dia bergerak.

Tiffany tidak membuka matanya namun tangannya bergerak meraih tanganku yang masih bertengger di pipinya. “S-siwon...”panggil Tiffany dengan suara seraknya semakin membuatku takut.

“iya aku disini sayang. Apa yang sakit? Hmm? Bangunlah, kita ke rumah sakit sekarang…”Ya Tuhan betapa bodohnya diriku.

Tiffany menatapku sebentar lalu kembali memejamkan matanya sambil menggelengkan kepalanya pelan “I can’t..”dia berkata dengan suara parau-nya.

“Sakit oppa…”

Aku harus membawanya ke rumah sakit. Ku ambil kunci mobilku, lalu langsung mengangkat tubuhnya dengan hati-hati.

Sssshh… kita ke rumah sakit sekarang Fany-ah”kataku menenangkannya. Sungguh aku tidak bisa berpikir jernih saat ini. Tidak mungkin dia akan melahirkan karena ini belum saatnya!

Tanpa membuat keributan aku melangkahkan kakiku menuju mobilku. Aku tidak ingin membuat Sooyoung ataupun Sulli terbangun dan melihat keadaan Tiffany saat ini.

***

 

Author POV

 

At Seoul Hospital

 

Siwon hanya bisa duduk berdoa didepan ruang tunggu tempat Tiffany ditangani. Wajahnya dipenuhi keringat yang terus keluar karna khawatir akan keadaan Tiffany dan anaknya. Bagaimana tidak, saat diperjalanan tadi, tiba-tiba darah segar keluar dari selangkangannya. Sedangkan Tiffany hanya diam kehabisan tenaga.

Setelah kurang lebih 1 jam menunggu, tim dokter yang menangani Tiffany-pun keluar. Dengan raut wajah yang sangat tidak bersahabat, dokter yang sudah lama sekali berteman dengan Tiffany itu datang menghampiri Siwon.

“Sudah kukatakan padamu untuk menjaga istri dan calon bayimu Siwon-oppa! Aku kecewa denganmu” kata Yuri masih dengan menjaga kewibawaannya sebagai seorang dokter. Jelas sekali dia sangat marah akan klien-nya kali ini. Bagaimanapun juga, meskipun ingin sekali ia memukuli wajah pria yang ada di hadapannya saat ini tapi sadar akan posisinya saat ini dia hanya bisa menahannya.

“Apa yang terjadi Yuri-ah?? Eoh? Mereka baik-baik saja kan?”kata Siwon tanpa memperdulikan tatapan Yuri padanya saat ini. Ia tidak peduli lagi jika terlihat menyedihkan dihadapan Yuri.

Yuri menghembuskan nafasnya kasar “Aku ingin kau tenang dulu oppa.. maafkan aku sebelumnya, aku sudah berusaha tapi bayi kalian tidak bisa kami tolong…” jelasnya pelan. Terlihat jelas raut sedih dari wajah Yuri.

Siwon hanya terdiam menatap Yuri untuk mencerna apa yang baru saja dikatakan wanita itu. ya, dia mendengarnya dengan jelas. Namun kalimat itu seakan hanya melayang dikepalanya, tidak ingin diterimanya.

Stress yang Tiffany alami membuat sistem kekebalan tubuh bayinya ikut lemah selama ini oppa. Ditambah lagi kram yang dialaminya..”Yuri menatap kasihan Siwon yang kini berkaca-kaca dihadapannya. Tidak pernah dilihatnya Siwon menangis seperti ini sebelumnya, kecuali saat dia membantu Tiffany melahirkan Sulli dulu. Ya, Yurilah yang membantu Tiffany melahirkan Sulli.

Yuri-ah… ta- tapi tidak mungkin. Dia baik-baik saja selama ini. Hanya tadi kami bertengkar sedikit da- danSiwon menatap Yuri dengan wajah penuh pengharapannya lalu menundukan kepalanya. Kedua tangan kekarnya terangkat meremas rambutnya pelan seakan-akan itu dapat menenangkannya.

“Apa kau yakin Tiffany tidak stress selama ini oppa…? kaulah yang harusnya mengerti dirinya oppa, aku yakin selama ini ada yang tidak beres dengan kalian ataupun dengan Tiffany. Tidak mungkin dia bisa keguguran seperti itu saat dia tidur seperti yang kau katakan tadi oppa. Dia sedang ditangani dokter Lee didalam, aku tidak tau pasti tapi pasti ada yang selama ini mengganggu pikirannya sampai berpengaruh pada bayinya..”

Yuri juga bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya. Tadi saat datang Siwon bilang Tiffany tiba-tiba saja seperti itu saat mereka beristirahat, tentu saja dari segi pandang dunia medis tidak mungkin Tiffany mengalami pendarahan jika bukan pikirannya yang menjadi beban bagi tubuhnya.

“Ya Tuhan… apa yang harus kulakukan Yuri-ah… tolonglah”kata Siwon yang kini tidak dapat menahan bendungan airmata yang sejak tadi memenuhi matanya. Sungguh saat ini Yuri bisa melihat ketakutan serta kehilangan dimata pria itu. Siwon kini duduk di tempatnya lagi sambil menundukkan kepalanya.

“Kau harus kuat oppa… jangan putus asa seperti ini. Tiffany sangat membutuhkanmu saat ini.. Aku akan menjelaskan semuanya kepada Tiffany setelah dia sadar. Dan aku harap kau bisa menenangkannya dengan baik. Jangan membuatnya kehilangan harapan, jangan juga menyakitinya. Aku tau ada yang tidak beres dengan kalian berdua… ”kata Yuri menepuk bahu Siwon memberinya kekuatan, bagaimanapun juga Tiffany adalah sahabatnya sejak dulu.

***

Oppa? Kalian dimana?

 

Aku dirumah sakit Sooyoung-ah.. tolong jaga Sulli dulu…

 

Mwo? Apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja?

 

Tiffany… tiffany keguguran…Sooyoung-ah

 

Whatt??? Oppaa  aku tidak bercanda!!

 

Sudahlah.. katakan pada Sulli apa yang terjadi dengan baik-baik nanti, juga kabari eomma…

 

Nde? Nee oppa..

 

Siwon meletakkan handphonenya di atas nakas lalu kembali menatap miris istrinya yang kini terbaring lemah diruangan itu. Sepanjang malam tak henti-hentinya dia berdoa untuk Tiffany. Entahlah apa yang akan pertama kali ia dengar dari Tiffany saat ia bangun. Ia hanya takut mendengar kalimat kekecewaan dari wanita yang sangat dicintainya itu. Takut melihat air mata yang sangat ia benci keluar dari mata indah itu. Takut dengan kemungkinan Tiffany meninggalkannya. Ataupun kemungkinan buruk lainnya.

“Keluarlah cari makan oppa... aku tidak ingin kau sakit disaat Tiffany dalam keadaan seperti ini.” suara Yuri tiba-tiba membuat Siwon kaget lalu berbalik menghadapnya.

“aku tida-“

“sana pergilah.. Aku menghubungi Taeyeon dan Jessica untuk datang menjaga Tiffany…”

“baiklah… segera hubungi aku jika terjadi sesuatu Yuri-ah.. gomawo” Siwon tersenyum tipis lalu meninggalkan Yuri dengan Tiffany. Ya, dia harus sehat agar bisa menjaga Tiffany.

***

Sooyoung POV

Ya Tuhan.. apa yang terjadi dengan kakak-ku. Rasanya baru tadi aku berbincang dengannya, tapi sekarang Siwon oppa bilang dia dirumah sakit. Tiffany eonni keguguran?.

Apa yang Siwon oppa lakukan?!. Aku tau mereka berdua bertengkar semalam, tentu saja aku bisa mendengarnya. Tapi saat itu aku tidak ingin keluar melihatnya, aku hanya bisa menemani keponakanku tidur dengan harapan dia tidak akan terbangun mendengar mommy-nya berteriak tengah malam. Demi Tuhan aku sendiri yang akan menghukum oppa-ku sendiri jika dialah yang menyebabkan eonni keguguran.

Aunty~”dengan cepat kuhapus air mataku saat suara Sulli kudengar.

“iyaa sayang… turunlah sini”

Kulihat Sulli turun dari lantai atas dengan piyamanya serta raut wajah penuh pertanyaan. Oh God, aku bisa menebak apa yang akan keluar dari mulut kecil itu.

Where’s mommy?? Kenapa matamu merah aunty?” katanya mendekatiku lalu duduk di tempat dimana ia biasanya duduk setiap harinya untuk makan.

Aku mendekatinya lalu berlutut dihadapannya sambil mengusap rambut panjangnya “sayang… mommy sedang sakit… bersiaplah ikut aunty menjenguk mommy… hmmm?” kataku dengan hati-hati, aku tahu anak ini sangat sensitif jika mendengar mommy atau daddynya sakit.

Dan benar saja, kini wajahnya mulai memerah serta cairan bening itu mulai menghiasi mata indah yang ia dapatkan dari Tiffany-eonni. Aku menciumnya lembut, memeluk menenangkannya.

Seberapa hebatpun aku ingin menenangkannya sepertinya tidak bisa “heyy, jangan menangis sayang… nanti kau terlihat jelek saat menemui mommy.

“apa mommy baik-baik saja? Kenapa harus dirumah sakit?” tanya-nya kepadaku sambil mengusap air matanya. Astaga, rasanya aku juga ingin menangis mengingat Tiffany-eonni.

“tentu saja, mommy baik-baik saja, hanya saja mommy membutuhkan perawatan yang lebih biar cepat sembuh…” kulihat Sulli menganggukan kepalanya mengerti.

“oke, sekarang kamu makan dulu. Setelah itu kita bertemu mommy..”

***

Author POV

 

Siwon kini tengah mengantar Jessica dan Taeyeon ke lobby rumah sakit setelah menjenguk Tiffany tadi. Taeyeon dari tadi hanya menasehati Siwon tentang hubungan mereka. Karena Tiffany selama ini tidak lagi terbuka soal masalahnya padahal dulu Tiffany selalu terbuka baik kepadanya maupun Jessica. Sedangkan Jessica, dia hanya menatap Siwon dengan tatapan dinginnya sejak ia datang, karna dia tau kalau Siwon pernah berselingkuh, dan mungkin hal itu juga menjadi penyebab Tiffany berubah akhir-akhir ini pikir Jessica. Ya Taeyeon juga tau masalah itu, namun dia lebih bisa menyikapinya lebih dewasa dan positif thinking dari Jessica.

“Ingatlah itu oppa.. kau pernah berjanji kepada Tiffany untuk selalu menjaganya. Mungkin kau sudah bekerja keras selama ini, tapi yakinlah kalau Tiffany juga melalukankan pekerjaannya bahkan lebih dari yang kau lakukan. Kau juga bisa memiliki putri yang sangat cantik darinya. Kau sangat beruntung dari sekian banyak pria yang mengejar-ngejar Tiffany sebelumnya, itulah kenapa jangan pernah menyianyiakannya. Kau seharusnya tau kenapa Tiffany berubah seperti itu. Semangat oppa!” Siwon hanya tersenyum tipis mendengar ceramah Taeyeon, dia lalu menatap Jessica disamping Taeyeon

“Jangan pernah menyakitinya lagi oppa.. kami pergi dulu”kata Jessica lalu menarik Taeyeon yang hanya terkekeh meilhat sahabatnya yang satu itu. Dia tau Jessica sangat menyayangi Tiffany sama sepertinya.

“Hati-hatilah…”Siwon melambaikan tangannya sambil menatap kepergian sahabat-sahabat istrinya itu. Dia bersyukur Tiffany memiliki banyak orang yang benar-benar tulus sayang kepadanya

***

            Setelah mengantarkan Taeyeon dan Jessica Siwon kembali ke kamar inap istrinya. Ia cukup kaget melihat ada dua orang perempuan lagi yang datang. Siwon terdiam menatap adiknya yang kewalahan menenangkan putrinya yang menangis melihat ibunya terbaring pucat tak sadarkan diri. Apa yang akan dia katakan kepada dua orang ini.

Hiks.. kau bohong katamu mommy baik-baik saja aunty..”anak itu sesegukan sambil mengusap air matanya. Sooyoung hanya menepuk-nepuk punggung Sulli menenangkannya.

Ssst, jangan seperti ini baby. Nanti dokter mengusir kita jika kau terus menangis euh. Mommy baik-baik saja. Hmm?” sebenarnya ada banyak pertanyaan yang terlintas dipikirannya, tapi Sooyoung memilih menenangkan Sulli. Lagipula orang yang ingin dia tanyai tidak ada. Tentu saja dia sadar bahwa Tiffany belum sadarkan diri sebab saat Sulli membangunkannya dia sama sekali tidak bereaksi.

Kalian sudah datang?”kalimat Siwon sontak membuat Sooyoung dan Sulli membalikkan kepala mencari sumber  suara yang tiba-tiba keluar di ruangan itu.

            Sulli merentangkan tangannya meminta pelukan Daddy-nya. “D- dad…”. Siwon langsung membawa putrinya kepelukannya, mengusap-usap punggung kecil putrinya.

            “What’s wrong with her?”bisik Sulli ditelinga Siwon, mengeratkan pelukannya.

            “It’s okay sweatheart

            Siwon mengeratkan pelukannya. Sulli membutuhkannya. Namun sebenarnya dialah yang lebih membutuhkan pelukan itu saat ini. Diberinya kecupan sayang didahi Sulli, lalu menangkap tatapan sedih penuh pertanyaan adiknya yang sejak tadi berdiri diam menatap keduanya.

            “Apa yang terjadi?”kata Sooyoung menahan emosinya. Diapun mendekati kakaknya itu lalu memberinya pelukan hangat. Sooyoung ikut merasakan kesedihan yang dialami kakaknya itu, namun dia tidak ingin menangis didepan Sulli karena dia tahu anak itu sangatlah mudah terpengaruh dengan keadaan disekitarnya.

***

            Kedua orangtua Siwon datang menjenguk Tiffany, khawatir dengan apa yang terjadi kepada menantu kesayangan mereka. Namun Tiffany sendiri belum sadar. Sedangkan Siwon menjelaskan semua yang terjadi antarnya dan Tiffany. Mulai dari pengkhianatan yang dia lakukan dulu, sampai pertengkaran-pertengkaran yang terjadi yang mungkin menjadi penyebab keguguran Tiffany menurut Siwon. Siwon tertunduk lesu setelah menjelaskan semuanya. Kedua orangtuanya –terlebih ayahnya- adalah orang yang harus tahu sebuah masalah yang ada dalam keluarganya.

            Dan selanjutnya yang terjadi adalah tamparan keras yang melayang tepat dipipi Siwon saat dia kembali mengangkat kepalanya untuk melihat kedua orangtuanya yang duduk tegak didepannya. Tamparan kekecewaan dari sang ayah saat mengetahui betapa bodohnya putra yang sangat ia bangga-banggakan didepan rekan kerjanya. Siwon menerimanya. Sooyoung kaget lalu menutup mulut dengan kedua telapak tangannya melihat semuanya. Dia tidak berani mengeluarkan suaranya. Untungnya Sulli sedang tertidur pulas disamping mommy-nya.

Dan eommanya hanya diam kecewa ditempatnya. Tak pernah dia melihat suaminya memukul Siwon, terakhir saat Siwon kecil meninggalkan adik perempuannya –Sooyoung- sampai terjatuh dari atas sofa saat ayahnya menitipkan Sooyoung kepadanya sebentar. Namun Siwon yang lebih memilih mainannya saat itu akhirnya dipukul ayahnya.

Tentu saja dia terkejut bukan main mendengar pengakuan perselingkuhan Siwon. Ingin sekali dia memukul anaknya itu, lalu mencari wanita kurang ajar yang telah berani mengganggu rumah tangga anaknya. Percayalah Ny. Choi bahkan bisa lebih menyeramkan dibadingkan suaminya jika itu berhubungan dengan anak-anaknya. Dia bahkan pernah bersikap sedingin es pada Tiffany saat Siwon memilihnya menjadi istri. Menyuruh orang-orangnya mencari tahu latar belakang Tiffany. Bahkan menentang keras pernikahan anaknya itu karena menurutnya Tiffany hanyalah seorang model dari luar yang tidak mandiri dan suka menghamburkan uang.

Namun kepintaran Tiffany menjalankan usahanya membuat Ny. Choi terkagum-kagum, kehangatan serta kesabaran Tiffany memperlakukannya juga mampu membuat es yang membeku itu meleleh seiring berjalannya waktu. Apalagi saat Tiffany memberinya cucu yang sangat manis dan pintar seperti Sulli. Ya, bukan berbahaya tetapi dia hanyalah seorang ibu protektif serta selektif jika berhubungan dengan keluarganya. Hanya jangan pernah membuatnya marah.

“Sungguh memalukan” itulah kalimat yang keluar dari mulut Tn. Choi. Istrinya yang duduk disampingnya menggenggam erat tangannya sebagai isyarat tahanlah amarahmu disini rumah sakit. Ada cucu serta menantumu yang bisa saja bangun kapan saja karena terganggu.

“Maafkan aku Appa..”

“Eonnie..” satu kata yang keluar dari mulut Sooyoung itu langsung membuat tiga orang yang dalam keadaan dingin itu tersadar lalu berbalik melihat Tiffany. Dengan perasaan yang campur aduk mereka melihat Tiffany menggerakkan jari-jari tangannya lalu membuka matanya perlahan. Dengan cepat keluarga itu berdiri mengahampiri Tiffany diranjangnya. “Ya Tuhan menantuku…” ujar Ny. Choi lalu mengusap lembut pipi menantunya itu dan memberinya kecupan sayang.

“Eommonim..”  kata Tiffany tersenyum lemah menatap wanita tua dihadapannya itu. Siwon langsung menekan tombol merah yang disediakan untuk memanggil dokter yang ada disampingnya. Dia belum bisa mengeluarkan suaranya. Masih terlalu bahagia melihat istrinya telah sadar, namun disisi lain dia takut melihat reaksi Tiffany jika menyadari bayi yang ada diperutnya telah diangkat dokter.

“Semuanya baik-baik saja sayang. Maafkan Siwon sayang ne?.. Eomma janji akan menghukumnya. Hanya jangan pernah meninggalkannya hmm” seperti memohon Ny. Choi berbisik ditelinga Tiffany. Tiffany dapat melihat Siwon dibalik punggung eommanya, serta ayah, dan Sooyoung yang terdiam dihadapannya.

“Apa maksudmu eommonim? Ja-“ belum selesai Tiffany berbicara ketokkan pintu dari luar membuat Ny. Choi berdiri tegak. Pintu terbuka lalu Yuri masuk kedalam kamar itu. Dengan sigap Sooyoung mengangkat pelan tubuh mungil Sulli dengan hati-hati dari samping Tiffany lalu membawanya keluar. Tn. dan Ny. Choi juga ikut keluar memberikan ruang untuk dokter.

Yuri tersenyum kecil menatap sahabatnya itu. Memeriksa Tiffany dengan hati-hati dan diam. Dia sudah biasa menjelaskan kabar duka ini kepada pasien-pasiennya. Namun entah kenapa sangat sulit menjelaskannya kepada sahabatnya sendiri. “Aku tidak merasakannya lagi Yuri-ah…”  bisikan lemah Tiffany masih bisa terdengar oleh Yuri maupun Siwon.

Tentu saja Tiffany merasakannya bahkan saat pertama kali dia membuka matanya. Ada rasa perih serta kekosongan yang terasa dibagian perut sampai kewanitaannya. “Baby maafkan aku sayang.” Tiffany mengalihkan pandangan lemahnya pada Siwon saat pria itu mengeluarkan suaranya. Matanya mulai berkaca-kaca.

“Berapa lama aku tertidur oppa? Aku bahkan belum melihatnya”tanya Tiffany sambil menangis pilu.

Fany-ah.. maafkan aku. Tenanglah, tidak baik jika kau emosi seperti ini. Oke?” Yuri mencoba menenangkan Tiffany. Siwon duduk disamping Tiffany setelah memberinya kecupan didahinya serta punggung tangannya lalu memegangnya erat.

Yuri-pun menjelaskan semua yang terjadi setelah Tiffany mulai tenang. Apa penyebab kegugurannya, serta apa saja kemungkinan-kemungkinan kecil pasca keguguran. Tidak lupa dia mengajari Siwon dan Tiffany untuk cara pemulihan yang perlu dilakukan dirumah. Tiffany hanya diam mendengarkan Yuri. Didalam pikirannya hanya ada kesimpulan dialah penyebab semua ini. Jika saja dia bisa menjaga keadaannya dengan baik. Jika saja..

***

Kedua orang tua Siwon kembali pulang, membawa Sooyoung dan Sulli. Tertinggal Siwon dan Tiffany yang daritadi hanya bicara seadanya. Keduanya masih terlarut dalam kesedihan dan rasa bersalah.

“Sudah larut sayang.. tidurlah..” kalimat lembut Siwon menyadarkan Tiffany. Tiffany menatap Siwon. Lelaki yang sangat dicintainya itu terlihat berantakan dengan wajah tampan yang mulai ditumbuhi bulu halus itu. Sejak kapan Siwon tidak memperhatikan penampilannya.

Tiffany menggenggam tangan Siwon yang berada disampingnya “Kau juga oppa..”

Siwon tersenyum mendapatkan respon baik dari Tiffany. Dia pikir wanita itu hanya akan mendiaminya. “hmm.. aku akan tidur setelah kau tidur baby.” Siwon mengusap lembut tangan halus yang menggenggamnya itu. Betapa ia ingin memeluk serta mencium wanita cantik dihadapannya ini. Tetapi dia hanya bisa duduk kaku takut Tiffany bersikap dingin lagi kepadanya.

“Maksudku kau tidur bersamaku. Memelukku disini” bisik Tiffany. Dia melepas tangan Siwon lalu menepuk-nepukkan tangannya diranjangnya.

Nde? Nanti kau-“

“Jika kau tidak ingin memelukku tidak masalah”

“Ya Tuhan. Tentu saja aku ingin baby” sambil merutuki dirinya sendiri. Dengan hati-hati Siwon menaiki ranjang tempat Tiffany terbaring lalu tidur disampingnya. Lengan kekarnya diselipkan masuk dibawah kepala istrinya itu sedangkan lengan satunya lagi melingkari tubuh mungil itu memeluknya hangat.

Tiffany menutup matanya merasakan kecupan cinta didahinya, kecupan hangat dan lama. Sungguh dia merindukan Siwon. Dia tahu betapa besarnya cinta lelaki itu hingga membuatnya over protective kepadanya. Hei, Tiffany bahkan sangat menyukai sikap suaminya yang satu itu sejak dulu karena itulah tanda besarnya cinta Siwon untuknya. Namun waktu itu dia hanya  terlalu mengingat kenangan buruk yang seharusnya dilupakannya.

Dan mulai sekarang dia akan melupakan semua hal-hal buruk itu. Dia tidak ingin kehilangan orang-orang yang sangat berharga lagi. Ya seperti dari dulu dia selalu berkorban. Berkorban untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Saranghae daddy..” Tentu saja kalimat manis itu membuat Siwon terkejut senang. Menerima tawaran Tiffany untuk memeluknya sudah membuatnya tidak berharap banyak. Namun Tiffany memberinya banyak harapan saat ini.

“Aku lebih mencintaimu mommy..” Siwon menatap istrinya itu lalu melumat lembut bibir istrinya dan melepaskannya.

“akhirnya kau memberiku ciuman itu. Tidakkah kau sangat jahat, daritadi aku menunggunya tapi kau hanya diam saja”

Siwon tersenyum. Istrinya yang manis telah kembali “Aku takut kau marah. Ekspresi wajahmu daritadi membuatku khawatir baby” dia mengeratkan pelukannya.

“Kenapa aku harus marah? Bukankah terakhir kali kau yang marah karena cemburu dengan sahabatku?” kata Tiffany membuat Siwon melotot menatapnya namun sedetik kemudian tersenyum bahagia melihat Tiffany yang tersenyum indah setelah menggodanya.

“Berhentilah membahas itu sayang. Kamu membuatku merasa bersalah.. ”

“hmm baiklah oppa. Tapi mereka sangat jahat tidak menjengukku” Ya sepertinya keadaan Tiffany mulai membaik. Lihatlah betapa banyak bicaranya wanita itu. Mungkin besok Siwon akan membawanya pulang jika Yuri mengijinkan.

“Mereka siapa? Taeyeon dan Jessica menjengukmu saat kau belum sadar sayang..”

“Bukan. Maksudku Donghae dan Leeteuk oppa..”kata Tiffany dengan santainya. Dia tahu betapa sensitifnya Siwon mendengar nama Donghae. Hanya ingin melihat bagaimana reaksi suami protektifnya itu.

“Hei baby, jika kau tidak berhenti berbicara apalagi menyebutkan nama itu aku tidak akan segan lagi menutup mulutmu sampai kau kehabisan napas” kata Siwon menatap istrinya dengan mata mengkilat penuh cintanya itu.

Tiffany terkekeh “ bagaimana caramu menutup mulutku sampai kehabisan napas mister?”

Uh oh. Tiffany mulai menantang suaminya rupanya. Siwon langsung memberikan mulut itu ciuman penuhnya. Hanya beberapa saat dan tidak berlangsung lama, dia takut tidak dapat mengontrol dirinya. Dia tahu tempat tentu saja.

Tiffany yang masih terlena dengan ciuman singkat itu langsung memberinya tatapan kecewa “Ya Tuhan stop menggodaku baby, aku harus menahan diri. Aku tidak ingin Yuri atau siapapun itu masuk dan melihat kita” kata Siwon lalu mematikan lampu dengan remote yang tersedia dan kembali memeluk tubuh mungil istrinya itu.

“Berikan aku ciuman lagii hmm?”Tiffany memohon. Siwon memberinya satu ciuman lagi didahinya. Lalu mereka tertawa sambil mengeratkan pelukan dan terlelap. Entah masalah atau cobaan apalagi yang akan datang mereka hanya bisa berdoa untuk dapat melaluinya bersama.

“Selamat malam cintaku. Cepatlah pulih dan kita akan pulang. Sulli sangat merindukanmu baby..” perkataan Siwon dibalas dengan anggukan dari Tiffany.

“Aku juga sangat merindukannya”

***

THE END

Boong hehe

To Be Continue

a/n: Untuk next part akan aku upload disini dengan password kalau target respon reader udah sesuai.. so be a good reader yaa. Tinggalin kritik saran buat author karna pasti banyak kekurangan hehe. klik tombol like kalo kalian suka wkwk.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s