Chapter of My Life (Part 1)

tiff2

Author: @bugsy_hrh79 https://twitter.com/bugsy_hrh79

Genre: Romance, Teen, Fanfiction

Rating: PG-15

Cast:

Stephanie Young (Tiffany Hwang/Hwang Miyoung)

Choi Siwon

Lee Donghae

Kim Taeyeon

Choi Sooyoung

Lee Sunny

Im Yoona

Jessica Jung (Jung Sooyeon)

Kim Heechul

Park Leeteuk (Park Jungsoo)

Nickhun

 

Disclaimer : Names, characters, places, events and incidents either are the product of the author’s imagination. Keep RCL readers ^^

 

Copyright by HwangRinHee ©2015

 

Part 1

Expecting your Love…

Sifany

Author POV

 

Diamond Bar, California 2004

Dad, tapi aku ingin menjadi seorang penyanyi!” kata gadis itu yang kini menaikkan suaranya.

No Stephi! Kau pikir semudah itu masuk dalam dunia seperti itu?”

Why not?? Aku bahkan telah lolos audisi, dan mereka memintaku ke Korea.. Kampung halamanku Dad!”Stephanie, mata indah gadis itu kini memerah menahan emosinya memohon kepada Daddynya.

“ayolah Baby, Daddy ingin kau menekuni bisnis seperti Michele… lagipula kita tak memiliki keluarga disana…siapa yang akan menjagamu?”kata Daddy-nya yang kini mencoba melembutkan suaranya, dia tahu putrinya itu sangat sensitif.

Ohhh… Come on Dad… Aku bukan little girl-mu lagi yang harus kau jaga dan awasi kemana-mana. Jika kau mencintaiku kau harus mendukung cita-citaku..”

No Stephanie!”kata lelaki itu yang tetap pada pendiriannya.

Dad, if you don’t let me do this, you are going to ruin my life..”Stephanie memekik menangis dihadapan Daddy-nya.

I love you Stephanie… aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu..” kata Daddy-nya melembut ketika melihat anaknya itu menangis.

Dad, mungkin banyak hal yang belum bisa kulakukan… tapi kali ini, tolong percayalah padaku Dad..”Stephanie memohon kepada Daddy berusaha meyakinkannya. Dilihatnya ayahnya kini terdiam berpikir keras untuk putrinya itu.

Okay, pergilah… Daddy harap kau bisa menjaga kepercayaan ini.. Daddy aku selalu mendoakanmu..”akhirnya lelaki itu menyerah. Dia tidak ingin memaksa anaknya lagi.

Dan Stephanie? Pada saat itu juga dengan perasaan yang campur aduk dia langsung menghambur ke pelukan sang Daddy dan mencium sayang pria yang selama ini menjadi ayah sekaligus ibu untuknya…

Sifany

Tiffany POV

Seoul, Korea 2005

 

Tidak kusangka kini aku ada di Korea.. bayangan saat dulu Daddy melarangku datang melintas begitu saja. Dan sekarang, I’m here!. Sudah hampir setengah tahun aku disini. Setelah dikontrak oleh SM Entertainment, kini aku menjadi trainee bersama beberapa anak-anak disini. Terkadang aku masih tidak bisa percaya bahwa kini aku berada dalam satu agensi yang sama dengan tokoh idolaku BoA. Ahh, kini dia tidak hanya tokoh idolaku, tapi seniorku..

Bercerita tentang aktivitasku kini, yah, ternyata benar apa yang dikatakan Daddy bahwa tidak mudah menjadi seorang entertainer. Apalagi setiap hari aku juga harus belajar bahasa Korea, meskipun sebenarnya keluargaku berasal dari sini tapi selama ini aku hanya berbicara bahasa inggris karena Daddy hanya sesekali mengajarkanku bahasa korea. Tapi, aku tidak akan berhenti sampai disini karena banyak orang yang mendukungku. Aku juga memiliki sahabat yang setia mengajariku, Taeyeon. Dia kini sekamar denganku.

Mi-young-ah, kajja… “kata Taeyeon menyadarkanku dari lamunanku. Ya meskipun belum terlalu lancar, tapi kini aku sudah bisa berbicara korea dengan orang lain. Dan untunglah teman sekamarku ini –Taeyeon- dengan sabar mau membantuku.

Ah, Yak!.. stop memanggilku dengan nama itu. Aisshh..”sambil berdiri aku mengomel Taeyeon yang selalu saja memanggilku dengan nama koreaku, entahlah, aku tidak terlalu suka dengan nama itu. Aku lebih suka dipanggil Stephanie atau Tiffany nama pemberian Mommy-ku.

***

Author POV

 

SME-buildings

 

Hampir setiap hari para trainee menjalani latihan demi latihan untuk bisa melakukan debut nantinya. Tidak sedikit dari mereka yang menyerah ditengah jalan ataupun pindah ke agency lain karena tidak kuat menjalani latihan.

Tapi tentu saja menyerah tidak ada untuk Tiffany. Meskipun sebatang-kara dikorea, tapi dia sudah bertekad akan memulai hidup mandirinya disini. Dia tidak ingin membuktikan kepada keluarganya bahwa dia bersungguh-sungguh. Motto hidupnya ‘Just Work Hard (Practice Makes Perfect)’.

Hari ini mereka berkumpul memberi selamat atas debutnya grup band baru Super Junior. Mereka duduk bersama sambil mendengarkan para trainee yang baru saja bergabung dengan agency memperkenalkan diri.

Fany-ah…”panggil Donghae yang adalah salah satu member Super Junior kepada salah satu dongsaeng tersayangnya itu.

Eohh, Oppa.. hmm, aku iri dengan kalian..”kata Tiffany setelah mendapat pelukan dari Donghae. Donghae terkekeh mendengar kalimatnya.

Yah, sabarlah…”kata Donghae sambil menyentil dahi Tiffany. Tiffany tertawa.

Ehhmmm…”tanpa diundang, kini Siwon tengah bergabung dengan mereka. Ya, dia memang tidak dekat dengan Tiffany sebelumnya. Tapi suatu hari mereka bertemu dan menyadari bahwa mereka masuk ke Gereja yang sama. Mulai saat itulah mereka mulai berteman baik.

“Siwon oppa!

Fany-ah, kau belum memberiku ucapan selamat”kata Siwon memasang wajah kecewa dibuat-buat nya membuat Donghae dan Tiffany tertawa.

Eiii, aku bahkan telah mengirimkan pesan untukmu semalam. Pasti oppa belum membacanya..”

Mwo? Ah, mian… Oppa tidak mengecek-nya karena sibuk persiapan..”kata Siwon sambil mengacak rambut panjang Tiffany. Sedangkan seorang lagi yang bersama dengan mereka hanya menatap aneh keduanya.

Ciaahhh.. apa kalian memiliki hubungan? Yak! Kita baru saja debut, jangan membuat skandal!”kata Donghae menggoda keduanya.

♥Sifany

 

Seoul, December 2007

 

Author POV

 

Sudah beberapa bulan sejak Tiffany debut sebagai anggota girl band Girls’ Generation dengan 9 orang member. Tentu saja Daddy-nya sangat bangga dengan putrinya itu.

Dan jika ditanya tentang hubungannya dengan seorang pria, ya, Tiffany sesekali menjalin hubungan dengan beberapa pria. Namun sayang hubungan mereka harus putus karena aktifitas Tiffany yang sangat padat untuk debutnya.

Tiffany bukanlah tipe wanita yang mementingkan hal itu. Dia pikir ini saatnya untuk mementingkan karir-nya daripada cinta. Namun tentu saja cinta juga adalah hal yang penting, itulah sebabnya Tiffany hanya ingin menunggu kapan dia akan mulai menjalani hubungan seperti itu. Lagipula, agency-nya melarang mereka berpacaran untuk saat ini.

Pada awal debutnya, karena tidak ingin membuat penonton kecewa dengan nyanyian-nya. Tiffany selalu focus dengan suaranya sampai-sampai dia sering melakukan kesalahan dengan koreografi-nya. Tidak sedikit orang yang menghujatnya karena dia dianggap tidak bisa dance dengan baik.

Ditambah lagi dengan kekurang-tahuannya Tiffany tentang budaya korea yang membuatnya terlihat seperti orang yang tidak sopan. Tapi bagaimana lagi, Tiffany tidak tahu apa-apa. Sedih tentu saja, tapi ada sahabat-sahabatnya yang dengan setia mengajarnya dan mendukungnya.

Dan Tiffany tetap pada pendiriannya untuk tetap berlatih dan berlatih lagi.

Di ruang latihan, kini Tiffany sedang berlatih sendirian. Itulah yang selalu dilakukannya meskipun member lainnya mengajaknya pulang “Fany-ah…” Tiffany menangkap sosok pria bertubuh menjulang tinggi dari kaca. “Oppa?”

Siwon tersenyum manis saat Tiffany membalikan badannya menghadapnya. “Jangan terlalu memaksakan diri, kau harus menjaga kesehatanmu juga..”kata Siwon lalu medudukan tubuhnya di sofa.

Tiffany menghampirinya lalu duduk disampingnya “aniya… jika sudah lelah aku pasti berhenti oppa..”

“Jangan mendengarkan kata orang. Pikirkanlah dirimu sendiri, ini hidupmu Fany-ah…”kata Siwon sambil mengacak-acak rambut pendek Tiffany membuat gadis itu tersenyum geli. Siwon tau , tentu saja. Apa yang dialami Tiffany membuat semua orang di agency cukup khawatir dengannya. Ya, Tiffany tinggal sendirian tanpa satupun keluarganya disini.

I know.. oppa, gomawo”kata Tiffany tulus lalu memeluk Siwon. Dari sekian banyak teman pria-nya, hanya Siwon yang sering memeluk dan dipeluknya. Siwon adalah seorang skinship, itu yang diketahui Tiffany karena semua member SuJu dengan terang-terangan membeberkan hal itu kepadanya. Lagipula Tiffany berasal dari Amerika, memeluk seorang pria merupakan salam disana, namun di Korea hanya Siwon yang melakukan hal itu.

Dan Tiffany, dia tidak masalah dengan hal itu. Baginya, Siwon selalu membuatnya nyaman dan selalu menghargainya sebagai seorang sahabat.

“Lalu apa yang kau lakukan disini oppa?, setahuku Super Junior tidak memiliki jadwal latihan…”tanya Tiffany penasaran.

“aku hanya berkunjung saja. Kau tau? Sangat susah rasanya untuk berpergian ke tempat hiburan. Aku ingin sekali kesana…”kata Siwon kepada Tiffany yang kini membereskan barang-barangnya.

Hmm, aku juga ingin. Lain kali kita harus hang-out bersama oppa. dengan member lainnya, sepertinya seru!”ujar Tiffany. Memikirkan hal itu saja membuatnya senang. Selama ini dia tidak pernah lagi keluar bersenang-senang karena dilarang agency-nya.

nde. Aku harap juga bisa begitu”

eoh, oppa. bagaimana hubunganmu dengan Stella-ssi?, aku dengar kalian kembali lagi.”entah kenapa kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Tiffany. Dia sendiri merasa aneh membicarakan wanita lain jika bersama Siwon.

mwo? Ahh, itu. Ania, beberapa hari lalu kami bertemu di lobby dan berbincang sedikit. Stella akan pindah ke Amerika. Tapi Heechul melihatnya dan kau tau mulut wanitanya itu bukan. aissh, tidak kusangka gossip-nya itu sampai ke telingamu.”kata Siwon sedikit kaget dengan pertanyaan Tiffany. Stella? Gadis itu adalah mantan kekasihnya saat mereka trainee. Sebenarnya sudah lama sekali semenjak mereka putus. Dan hampir semua saat itu tahu hubungan keduanya.
Tiffany sendiri cukup dekat dengan Stella dulu saat trainee karena mereka sama-sama bisa berhasa inggris. Mereka tumbuh bersama, bahkan Stella hampir saja menjadi member SNSD. Tapi hubungan mereka terputus semenjak debutnya SNSD, masing-masing sibuk dengan aktivitasnya.

Ahh, benarkah? Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya. Apa kau masih menyukainya oppa?”tanya Tiffany bermaksud menggoda Siwon.

What? Memangnya kenapa? Kau cemburu? Hahaha”kata Siwon lalu tertawa dengan kuatnya, dia balik menyerang Tiffany. Tiffany memutar kedua bola matanya mendengar kalimat Siwon. Cemburu? Benarkah? Tidak mungkin, pikirnya.

Tch. Menyebalkan. Pelankan suaramu oppa. orang lain bisa mendengar suaramu”ujar Tiffany lalu berdiri, Siwon mengikutinya dari belakang.

“apa kau lupa ruangan ini kedap suara Tiffany?”kata Siwon pelan dan lebih terdengar seperti bisikan dari belakang Tiffany membuat gadis itu berbalik menatapnya aneh. Ada apa dengan Siwon?

Siwon lalu mendekatkan wajahnya dengan Tiffany membuat Tiffany mundur beberapa langkah menghidari Siwon. Sampai tubuhnya terhalang oleh tembok. Tangan kanan Siwon mengunci tubuh mungilnya. Tiffany menatapnya diam, masih bingung dengan namja didepannya ini.

Oppa? a-da apa denganmu?”tanya Tiffany pelan. Dia gugup berhadapan sedekat ini dengan Siwon. Jika ada yang melihatnya mereka bisa salah paham.

“bahkan jika kau berteriak dengan suara tinggimu itu tidak mungkin orang diluar akan mendengarnya Fany-ah..”bisik Siwon lagi lalu tersenyum jahil. Tiffany bergidik ngeri. Dia tau Siwon sedang menggodanya.

Oh Jesus. Tolong oppa-ku yang satu itu. Kurasa dia perlu pertolongan-Mu Tuhan”kata Tiffany lalu mendorong Siwon yang terkekeh puas.

Kajja. Kita turun bersama.”Siwon lalu menarik tangan kiri Tiffany keluar dari ruangan itu.

***

Tiffany’s room

 

Tiffany POV

 

Kejadian tadi masih terngiang-ngiang dikepalaku. Jujur saja, jantung-ku berdetak sangat kencang saat bersama Siwon. Saat dia mendekatiku. Shit! Untung saja dia tidak mendengarnya. Aku tersenyum bodoh mengingat perkataan Siwon tadi. Cemburu? Yang benar saja. Apa aku memiliki perasaan kepadanya?. Kurasa terlalu cepat untuk saat ini. Aku hanya menganggap-nya sebagai oppa-ku sendiri.

Kita lihat saja apa yang akan terjadi kedepannya. Yang pasti saat ini aku tidak terlalu memperdulikan hal itu.

♥Sifany

 

Seoul 2009,

 

Tiffany POV

 

From. Siwon Oppa ^^

 

Fany-ah, apa kau punya jadwal hari ini?

Anio, oppa. wae?

 

Let’s have a dinner tonight?

Hmmm, apa kau yakin oppa? bagaimana kalau makan di dorm kami?

Tidak, maksudku hanya kita bedua…

Is it a date? ^^

Hmm, yeah… :p

Okay…

Okay, I’ll pick you up at 5…

Neee ^^

Nugu? Kenapa senyum-senyum seperti itu?” kudengar Sooyoung bertanya kepadaku sambil memakan sereal di mangkuk berukuran jumbo.

Pagi ini dia datang ke apartement kami –Aku, Taeyeon dan Sunny- untuk makan, ya, kami tinggal di unit berbeda namun di gedung yang sama. Ada kalanya member-member yang lain akan datang mencari makanan, karena aku, Taeyeon dan Sunny tidak pernah kehabisan stock makanan. Aku tidak pernah membiarkan kulkasku kosong.

What? Focus saja dengan makananmu!”kataku sambil tersenyum tipis.

Wae~? Katakan padaku! Nickhun-ssi?

What?”ujarku bingung dengan penuturan Sooyoung.

Tch! Jangan berpura-pura bodoh. Kami semua tau kalau dia sedang melakukan pedekatan dengan-mu” Sooyoung tersenyum menggodaku. Yang benar saja. Apa maksudnya pedekatan?. Aku dan Nickhun oppa hanya sahabat biasa.

Mwo? Yak! Jangan salah paham. Kami hanya bersahabat pabo.”kataku menggeleng-gelengkan kepala.

“Tapi dia sepertinya menyukaimu Fany-ah. Apa kau juga menyukainya?”

Ehh, tentu saja tidak!”

Ahh, majja! Aku lupa kalau kau sedang menunggu pernyataan cinta Siwon oppa..”ujar Sooyoung yang otomatis membuatku melotot menatapnya. Dia langsung berlari kedapur menghidariku. Aisssh!. Anak-anak sering menggodaku dengan Siwon oppa karena persahabatan kami. Ya banyak sekali foto paparazzi yang menunjukkan adegan-adegan ‘mesra’ku dengan Siwon oppa, tentu saja semua member tahu. Tapi semua foto itu ditahan manajemen untuk tidak dipublish. Kalian tahu betapa murkanya fans-fans jika melihat foto-foto seperti itu.

***

Author POV

 

Ting~Tong~

 

Bell apartment itu berbunyi. Taeyeon yang baru saja ingin ke dapur untuk menyiapkan makan malam langsung mengarahkan tujuannya ke layar intercom, melihat siapa tamunya. Tidak mungkin member SNSD, karena mereka semua tahu password unit-nya dan pasti akan langsung masuk tanpa membunyikan bel terlebih-dahulu.

‘Eoh, Siwon oppa?’ gumamnya saat melihat salah satu oppa-nya tengah berdiri diluar. Seketika senyum terlihat dari wajah cantik-nya, dia langsung mengingat Tiffany. Langsung saja dia menekan tombol membuka pintu untuk Siwon.

Annyeong…”ujar Siwon memamerkan senyum-nya yang errr~ sangat manis. Entah mengapa dia merasa gugup berhadapan dengan Taeyeon. Entahlah, aura Taeyeon akan berubah jika ada hal yang berhubungan sahabat baiknya –Tiffany- itu.

Annyeong oppa..”kata Taeyeon lalu memberi jalan untuk Siwon masuk. Kini mereka duduk berhadapan di ruang tamu. “ada apa?”tanya Taeyeon menatap lurus Siwon.

Sebenarnya dia sudah bisa menebak Siwon akan bertemu dengan siapa. Siapa lagi? Dari semua member SNSD, hanya Tiffany dan Sooyoung yang dekat dengannya. Jika Sooyoung adalah Choi Siblingsnya, Tiffany adalah sahabat specialnya.

ehhm, a-apa Tiffany tidak memberitahu-mu?”tanya Siwon dengan matanya yang melebar. Sungguh berlebihan menurut Taeyeon yang kini tersenyum. Sebenarnya dia tidak melarang Siwon berhubungan dengan Tiffany, namun ada rasa takut jika mengingat betapa sadisnya fans SuJu jika tahu oppa yang mereka puja menyukai seorang gadis.

Fany? Ahhh, sebentar..”baru saja Taeyeon ingin berdiri, kini dia kembali berhenti lalu menatap Siwon dengan tatapan tajamnya.

Oppa? memangnya ada apa?”selidik Taeyeon.

Siwon menggaruk-garuk kepala merasa tidak enak. Bagaimana tidak, dia hanya mengajak Tiffany untuk makan malam berdua. Mungkin keadaan akan berbeda lagi jika Tiffany adalah kekasihnya. Tapi nyatanya, mereka hanyalah sahabat. Siwon bingung harus menjawabnya.

Dan untunglah, sebelum Siwon mati kaku dengan tatapan penuh tanya Taeyeon. Kini Tiffany datang. “Oppa… kau sudah lama?”kata Tiffany membuat Taeyeon mengalihkan pandangannya menatap sabahatnya itu. Tiffany juga menatapnya tersenyum, dan Taeyeon tahu arti dari senyuman itu.

“Jadi apa alasan kali ini?”tanya Taeyeon untuk kedua orang itu. Sebagai leader dia harus tahu alasan perginya roommatenya kali ini. Berdua dengan sahabatnya.

Eiii, kami hanya akan keluar sebentar Taeng-ah… aku janji tidak akan menimbulkan masalah..”kata Tiffany meyakinkan Taeyeon.

“Keluar kemana?”tanya Taeyeon lagi.

“hanya makan malam, aku janji akan mengantarnya pulang..”kata Siwon sambil berdiri dari tempat duduknya.

“bukan itu masalahnya oppa. bagaimana kalau ada wartawan yang melihat?”jelas Taeyeon dengan gayanya yang sangat tenang.

“aku janji tidak akan seperti itu..”kata Siwon lagi.

“lagipula tidak bisakah kalian hanya makan disini? Memangnya ada apa? Kau bahkan tidak mengajakku oppa?”goda Taeyeon membuat pipi Tiffany memerah seketika.

Dia tau maksud Taeyeon. Ya, kenyataannya memang begitu. Tidak ada hubungan apa-apa antara dia dan Siwon, meskipun selama ini Siwon selalu memberinya perlakuan yang berbeda dari yang lainnya.

Taeyeon menatap keduanya lalu terkekeh pelan karena berhasil menggoda keduanya “Aissshh, sudah sana pergi… dan oppa, kau harus bertanggung jawab jika hal buruk terjadi. Arra?!” setelah itu Taeyeon berlalu memasuki dapurnya.

***

XX Restaurant

Tiffany POV

Siwon oppa mengajakku makan ditempat yang cukup sepi, bahkan bisa dibilang sangat sepi. Tapi itu membuatku nyaman. Setidaknya kita tidak perlu takut dengan orang-orang yang bisa saja mengenal kami.

“Jadi bagaimana keadaan tuan Hwang? Kau belum mengunjungi-nya sekian lama Fany-ah.. dia pasti sangat merindukanmu..”tanya Siwon oppa.

Jangan di tanya, saking dekatnya aku bahkan pernah sesekali bertemu dengan Eomma dan Appa Siwon. Ya, para member Suju dan SNSD bahkan sering menggoda kami karena hal itu. Tapi sungguh, tidak ada status lebih selain sahabat diantara kami. Meskipun jujur aku sendiri mengharapkannya. Hei wanita mana yang tidak akan tersanjung jika diperlakukan berbeda dengan yang lainnya.

Daddy? Dia sehat oppa… aku selalu menghubunginya…”jawabku tersenyum sambil melanjutkan makan.

Sebenarnya sejak Siwon oppa mengirimku pesan tadi pagi aku bertanya-tanya. Apa maksudnya kali ini mengajakku dinner berdua?. Dia memang sering mengajakku, tapi biasanya dengan member lainnya. Apa mungkin?… ahhh entahlah.

“Bagaimana dengan eomma dan appa-mu? Sudah lama tidak bertemu dengan mereka.”

“yah, seperti biasanya… eomma juga ingin bertemu denganmu.”kata Siwon lagi sambil menuangkan wine di gelasku.

Really? Hmm, jika ada waktu aku akan menemuinya..”kataku lagu meneguk wine yang tadi dituangkan Siwon. Siwon tersenyum menatapku. Sungguh, semakin hari aku semakin menaruh harapan tinggi kepadanya.

“Tapi oppa, kau tau? Kau sungguh sangat tidak romantis” ujarku membuatnya berhenti menyuapkan makanan kemulutnya.

nde?”

“bukankan kau bilang ini date? Date macam apa ini? Hmm, sepertinya kau perlu berlajar banyak tentang kencan oppa… hahaha…”

Yak! Sebenarnya aku hanya mengajakmu karna tidak ingin diganggu member lainnya. Kau tau? Mereka sungguh menyebalkan jika sedang menggoda kita.. dan mereka juga sangat ribut.”ujar Siwon. Entah apa yang kini kurasakan. Hatiku mendadak kecewa mendengar penuturannya. Aku hanya tersenyum menatapnya. Aku tersenyum bodoh karena berharap lebih.

hmm, kau benar. Mereka sangat ribut.”

***

Author POV

 

Selesai makan dan berbicang-bincang, Siwon dan Tiffany kini berjalan ke tempat parkir. Siwon membukakan pintu untuk Tiffany lalu menutupnya. Saat hendak memasuki mobilnya, entah karena keadaan yang sangat sepi Siwon tiba-tiba medengar bidikan kamera yang terdengar sangat jelas ditelinganya.

Klik..Klik..Klik…

Diedarkan pandangannya ke sekitar tempat itu. Lalu kemudian seorang yang berpenampilan yang diyakininya ‘wartawan’ muncul sekitar 10 meter dihadapannya. Orang itu dengan terang-terangan mengabadikan moment yang ada dihadapannya. Seorang Choi Siwon member Super Junior bersama Tiffany Hwang member Girls Generation.

Siwon kaget melihat orang itu. Tiffany yang melihat Siwon terdiam ditempatnya langsung menatap kearah pandangan Siwon dari dalam mobil. Deg! Tentu saja dia juga kaget. Hal yang paling ditakutinya.

Setelah beberapa detik, dia kini melihat Siwon mengahampiri orang itu lalu berbicara dengannya. Terlihat wajah Siwon yang sangat serius serta wajah orang itu yang kini ketakutan lalu menyodorkan kameranya kepada Siwon.

Sungguh, jantung Tiffany kini berdetak kencang berusaha sadar. Dia bertanya-tanya apa yang kini tengah dilakukan Siwon dengan orang yang baru saja mengambil gambar mereka berdua itu. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini.

Setelah lama sibuk dengan pemikirannya sendiri Tiffany disadarkan Siwon yang entah bagaimana sudah duduk disampingnya dengan tatapan shock namun ada kelegaan didalamnya.

O-oppa”ujar Tiffany menatap Siwon dengan wajah pucatnya. Matanya berair karena masih kaget. Siapa yang tidak khawatir, apa yang akan terjadi jika foto-foto mereka tersebar luar di masyarakat.

Siwon menatapnya khawatir. Tiffany kini menangis dihadapannya. “Fany-ah… it’s okay… hei, jangan menangis…” kata Siwon membelai lembut pipi Tiffany. Langsung saja dia membawa Tiffany kedalam dekapannya lalu mengecup puncak kepala gadis itu.

Siwon tidak seratus persen sadar dengan apa yang tengah dia lakukan. Sedangkan Tiffany dengan senang menerima perlakuan namja itu.

Ssstt, uljima… Taeyeon akan membunuhku jika melihat matamu bengkak…”kata Siwon membuat Tiffany sedikit terdiam lalu mengusap air matanya.

“apa semuanya akan baik-baik saja oppa? aku melihat orang itu mengambil gambar kita.”gumam Tiffany, masih terlihat raut ketakutan diwajah cantiknya.

nde, tidak apa-apa… aku sudah menyuruhnya menghapus foto itu… aku melihat sendiri dia menghapusnya…”

“bagaimana bisa? Apa kau yakin?”

“sudahlah, aku sedikit mengancamnya dengan nama Appa-ku… hehehe… sudah, jangan khawatir.”kata Siwon lagi memberi Tiffany senyumnya. Tiffany mengangguk patuh.

Di perjalanan Tiffany terdiam di perjalanan mereka. Sedangkan Siwon, sesekali mencuri pendangan kepada gadis disampingnya itu. Ya, dia sangat khawatir dengan Tiffany yang biasanya ceria. Dia tau Tiffany masih shock dengan kejadian tadi.

Siwon harap hanya mereka berdua saja yang tau kejadian tadi. Dia masih ingin bersama dengannya. “Fany-ah…”panggil Siwon membuat Tiffany menatapnya.

Nde oppa?”

“aku harap kita masih bisa bertemu seperti ini lagi..”kata Siwon membuat Tiffany tersenyum tipis.

Wae? Siapa bilang kita tidak bisa bertemu lagi…”

Ani.. jika kau mengatakan hal ini kepada Taeyeon, aku tidak yakin dia akan mengijinkan kita bertemu lagi..”kata Siwon tersenyum bodoh.

Tiffany senang mendengar hal itu. Bukankah itu berarti Siwon ingin terus bersamanya, bertemu dengannya. Apa? Bersamanya? Tiffany merutuki diri-nya sendiri karena beranggapan seperti itu. Tapi apa salahnya jika dia menginginkan hal itu. Salahkan Siwon yang selalu memberinya harapan.

Gwenchanha oppa… tapi aku tidak yakin bisa menyembunyikan hal tadi dari Taeyeon.. ck..ck.. dia selalu bisa membaca raut wajahku oppa..”dengan wajah sumringah Tiffany menceritrakan sahabatnya itu kepada Siwon.

Hahaha… aku cemburu dengannya..”kata Siwon pelan tapi masih bisa didengar jelas oleh Tiffany.

Nde?”

ahh, ani..”

***

Mereka telah tiba di tempat parkir apartment Tiffany. Tiffany sibuk merapikan rambutnya lalu membuka seat belt-nya, sedangkan Siwon teringat akan sesuatu yang sejak di restaurant tadi ingin dia berikan untuk Tiffany tapi dia bingung bagaimana caranya.

Tiffany menatap Siwon bingung “Waeyo, oppa?

Ah, ani. Emm, ini..”kata Siwon lalu mengambil sebuah sesuatu di jok belakang. Sebuah kotak biru berukurang sedang dengan pita putih yang mengikatnya dengan rapi. Tiffany & Co. siapa yang tidak tahu dengan merek perhiasan itu dengan hanya melihat dari kotaknya saja.

nde? Seriously? untukku oppa?”kata Tiffany memamerkan senyum manis dengan eye-smile andalannya. Dia bukanlah gadis materialistis tentu saja. Tapi, wanita mana yang tidak senang diberi hadiah orang orang yang special baginya.

Dan lagipula, Siwon selalu memberinya hadiah setiap kali mereka bertemu. Bahkan sebagian besar adalah couple item. Tidakkah itu cukup aneh untuk dua orang yang hanya bersahabat?.

Siwon tersenyum manis membalas senyuman Tiffany lalu memberi kotak itu untuknya. “Aku juga punya pasangannya..Hehehe..” Siwon lalu menunjukkan gelang yang telah dipakainya itu.

Ahh, ternyata tidak rugi bersahabat dengan orang kaya sepertimu oppa..”goda Tiffany membuat Siwon tertawa.

“kau tidak berencana menjualnya bukan?”balas Siwon menggoda Tiffany. Tiffany menatapnya jahil.

Kyaa, ide yang bagus. Aku akan menjualnya jika suatu hari membutuhkan uang..”kata Tiffany cuek. Tentu saja dia tidak ingin kalah.

Hmm baiklah kau menang Hwang Miyoung..”kata Siwon membuat Tiffany mem-poutkan bibirnya. Siwon tau cara membuat Tiffany kesal. Tanpa memperdulikan Tiffany, Siwon keluar dari mobilnya “Kajja..”

“Kau tidak perlu mengantarku. Sana!”ujar Tiffany menunjukkan wajah kesalnya yang menurut Siwon sangat lucu.

Siwon menghampirinya lalu mencubit pelan pipi Tiffany, tentu saja gadis itu tersipu dengan perlakuan Siwon. “Jadi kau marah padaku nona Hwang?” Tiffany tersenyum manis.

Ani..”katanya lalu mereka berdua tertawa bersama sambil berjalan masuk.

***

wah..wahh.. sepertinya ada yang sedang dimabuk cinta…hahaha”ujar Taeyeon yang sedang duduk menonton TV serta tawa Ajhummanya saat Tiffany masuk dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya.

Tiffany menghampiri Taeyeon lalu duduk disampingnya “aigoo, aku lelah Taenggoo~ apa Sunny sudah pulang?”tanya Tiffany mengalihkan pembicaraan, meskipun dia tau Taeyeon sama sekali tidak akan terkecoh dengannya.

“belum. Dia belum pulang. Jadi sekarang kau bebas menceritakan apa yang terjadi denganmu dan Siwon tadi…”kata Taeyeon tersenyum menang.

Heuh, nanti saja..”

andwe! Apa Siwon sudah menyatakan cinta kepadamu? Ya! Ayo ceritakan!!”tanya Taeyeon tidak sabar.

Not yet. Kami hanya makan malam…”kata Tiffany. Raut wajahnya langsung berubah saat memikirkan hal itu.

Mwo? Lalu apa maksudnya hanya mengajakmu saja jika tidak ingin menyatakan perasaan?”kata Taeyeon tidak terima dengan kenyataan yang baru diterimanya. Taeyeon tahu Tiffany menaruh rasa untuk Siwon.

Ssssh. Tenanglah, lagipula aku tidak memikirkan hal itu.”bohong Tiffany. Taeyeon mencubit lengannya pelan.

Akkh. Appo~”omel Tiffany

“Jadi kau tidak tertarik dengan Choi Siwon lagi? Begitu? Kau pikir aku percaya. Melihat senyumanmu saja semua orang bisa menebakmu Fany-ah”kata Taeyeon.

Hmm, aku bingung dengan Siwon. Apa dia hanya mempermainkanmu?”kata Taeyeon lagi dengan wajah penasarannya.

“apa maksudmu mempermainkanku? Kita hanya sahabat!”kata Tiffany. Sebenarnya dia juga memikirkan hal yang sama.

Aniya! Semua member bahkan member Super Junior juga tahu kalau Siwon menyukai dan menaruh perhatian lebih padamu Fany-ah. Atau, apa mungkin dia seperti itu kepada semua perempuan? Tapi tidak, dia tidak seperti itu kepadaku. Apa dia malu menyatakan perasaan?”Taeyeon memasang wajah seriusnya membuat Tiffany tertawa.

“itu karena kau tidak terlalu dekat dengannya. Tapi, aku aku terlalu berharap Taeyeon-ah?”tanya Tiffany.

Ani. Jika aku dirimu, aku juga akan berharap jika seseorang memperlakukan-ku berbeda dari yang lainnya.”setidaknya yang dikatakan Taeyeon membuat Tiffany tidak putus harapan. Dia yakin hanya perlu menunggu.

Tiffany menganggukan kepalanya “hmmm, kalau begitu aku mau mandi dulu Taeng~ bye”kata Tiffany lalu langsung berdiri menuju kamarnya meninggalkan Taeyeon yang sebenarnya masih ingin berbicara banyak dengannya.

***

Selesai membersihkan tubuhnya, dengan memakai gaun tidurnya Tiffany membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur-nya. Tangannya terangkat mengambil handphone-nya lalu membuka pesan yang masuk.

Senyum langsung terlihat dari wajahnya saat melihat siapa pengirim sms itu. ‘Siwon oppa?’pikirnya.

From. Siwon oppa ^^

 

Kau tidak menceritakannya kepada Taeyeon bukan?

Hmmm, tidak :p

Baguslah. Apa kau sudah mau tidur?

Ani… aku baru selesai mandi… apa oppa sudah tiba dirumah?

Ahh, nde. Baru saja…

Mandilah, lalu beristirahat. Night oppa ^^

Nde. Kau juga. Good night :d

Senyum manis tidak lepas dari wajah Tiffany. Sampai akhirnya dia tertidur pulas dengan handphone-nya yang masih dalam genggamannya.

***

Tiffany POV

Hari ini aku dan semua member datang ke MBC melakukan rehearsal untuk konser K-pop dua hari lagi. Dan aku akan menjadi MC di acara ini bersama Yoona dan Nickhun oppa.

MC Tiffany-ssi, Yoona-ssi, ayo ikut denganku…”kata salah satu panitia memanggilku dan Yoona.

Kajja eonni!”Yoona yang baru saja menghabiskan makanannya langsung berdiri merapihkan bajunya lalu menarikku dari tempat dudukku.

Kami berjalan berdampingan di-lorong menuju ruang meeting dengan penyelenggara acara, beberapa junior membungkukkan badan memberi hormat kepada kami, aku hanya bisa membalasnya dengan senyum terima kasih. “ahh, Eonnie, bagaimana hubunganmu dengan Siwon oppa?”bisik Yoona membuatku melotot menatapnya.

Mwo? Kenapa tiba-tiba menanyakan itu?”balasku berbisik ke telinga kanannya.

ani… tadi malam aku dan Sooyoung eonni melihat Siwon oppa di tempat parkir saat pulang dari market. Tapi kami tidak sempat menegurnya karena dia sudah masuk kedalam mobil. Ayolah, dia pasti bertemu denganmu ia-kan??” kata Yoona dengan berapi-api.

“biasa saja, kami hanya makan malam bersama.. sudah diamlah, bagaimana kalau ada yang mendengarnya.”kataku mengisyaratkannya untuk berhenti membahasnya. Yoona hanya memanyunkan bibirnya kecewa.

***

Annyeonghaseo…”saat kami memasuki ruangan kulihat Nickhun oppa langsung berdiri menyambut kami.

Annyeonghaseo..”sapa Yoona

Annyeong oppa..”

“bagaimana keadaan kalian?”tanya-nya sopan. “baik oppa..

ah, ini scrip acaranya..”Nickhun oppa langsung menyodorkan beberapa kertas kepadaku dan Yoona saat kami duduk.

Kami terdiam membacanya dengan saksama. Saat Yoona tiba-tiba mengalihkan perhatian kami. “emm, eonnie, Nickhun-ssi, aku permisi ke toilet sebentar”kata Yoona langsung meninggalkanku berdua dengan Nickhun oppa.

Aku tersenyum menatap Nickhun “apa dia sedang sakit?”tanya-nya, aku menggelengkan kepalaku.

“tidak, mungkin karena tadi Yoona makan terlalu banyak oppa.. hahaha”ujarku lalu kembali membaca scrip ditanganku.

“Sudah lama kita tidak bertemu Fany-ah, kau juga jarang menghubungiku…”kata Nickhun membuatku kembali menatapnya lalu tersenyum.

“Aku tau kau sibuk dengan comeback-mu oppa. kami juga sibuk, mian. Lainkali aku akan menghubugimu..”

okay, aku juga akan menguhubungi-mu nanti.. hehehe.. oh, ya.. bagaimana dengan Jessica? Apa dia baik-baik saja setelah beritanya dan Taecyeon waktu itu? Semenjak saat itu JYP melarang kami berpacaran untuk sementara”kata Nickhun oppa tiba-tiba membahas skandal Jessica dan Taecyeon oppa yang beberapa bulan lalu tertangkap paparazzi.

Ya, mereka memang berpacaran waktu itu. Tapi setelah skandal itu, Sooman seongsaengnim melarang kami berpacaran dengan artis agency lain sementara ini. Entah apa alasannya. Dan sejak saat itu juga Jessica dan Taecyeon oppa memutuskan hubungan mereka secara baik-baik.

“Jessica baik-baik saja oppa… kau tau bukan, dia orang yang sangat cuek.. “kataku sejenak lalu memikirkan Jessica. Ya, dia memang tipe wanita yang cuek untuk soal percintaan. Sedangkan aku, aku adalah orang yang selalu berusaha untuk terlihat tidak peduli dengan hal itu. Setidaknya saat ini kami masih lebih mementingkan pekerjaan.

“Lalu bagaimana denganmu?”kata Nickhun. Aku tidak mengerti maksudnya.

“memangnya ada apa denganku oppa?

“Kau,belum punya kekasih bukan?”

What?! Ahh, belum oppa… Hehehe…”

Author POV

What?! Ahh, belum oppa… Hehehe…”Tiffany tersenyum manis dihadapan Nickhun. Siapa yang tidak tersihir jika menatap senyum menawan seperti itu. Seorang Kim Taeyeon saja dengan terang menyatakan kekagumannya pada eye-smile Tiffany. Kecuali orang itu buta.

Dan dengan sadar, Nickhun mengangkat tangannya mencubit gemas pipi mulus Tiffany lalu mengelusnya. Dengan mesra?. Siapa saja yang melihat tatapan Nickhun bisa langsung menyatakan bagaimana perasaan pria itu terhadap Tiffany.

Sedangkan Tiffany. Tentu saja dia kaget dengan skin-ship yang baru saja dilakukan Nickhun. Ya, mereka memang bersahabat. Hanya itu saja selama ini, hanya sebatas teman bercanda saja.

Dan perlu kalian tau, bahwa ‘hanya’ Siwon satu-satunya pria yang selama ini menyentuh Tiffany seperti itu. Maksudku, sentuhan yang selayaknya diberikan oleh seorang kekasih. Meskipun jelas faktanya bahwa mereka juga hanyalah sahabat, sama seperti Nickhun dan Tiffany.

Tapi entahlah. Tiffany tiba-tiba teringat dengan perkataan Sooyoung waktu itu. Benarkah Nickhun menyukainya?. Oh tidak, Tiffany hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat. Tidak lebih.

“Fany eo-“suasana yang panas itu-pun berubah saat suara seseorang memanggil Tiffany.

TBC

a/n

Hi ^^

Di-part ini alurnya sengaja dipercepat. Hanya untuk pengenalan saja. Tunggu part selanjutnya ya :p

Oh ya, author tidak janji bisa update tepat waktu karena jujur saja imajinasi-ku kadang timbul tenggelam. Tapi pasti dilanjutin, dan kalian tau?? Sebenarnya semua author akan sangat bersemangat lanjutin ceritanya kalo ada respon balik dari pembacanya. Entah itu saran, kritik, apalagi banyak yang suka. So, kalo kalian ingin ff-nya lanjut tolong hargai karya authornya ya.

Dan ada lagi. Aku seneng banget saat lihat visitor, dan reader di dipostingan lumayan banyak!!. Nggak nyangka sebenarnya. Tapi aku juga kecewa karena yang ngasih comment nggak sebanyak pembacanya. Hmm, itulah sebabnya aku berencana akan mem-proteksi ff-nya. Baik Unbreakable, maupun 2 ff baru yang sementara aku buat. Termasuk ff ini.

Oke, itu aja. Kalo kalian mau tanya-tanya silahkan add twitter aku atau ninggalin komen aja. Be a good reader ya J God bless you all~~

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s